Ketua DPRD Kerinci
Sungai Penuh. Sikap Penolakkan penanaman tanaman Kopi diatas areal  HGU PTP.N.6 Kajoe Aro Kabupaten Kerinci terus menuai kritikan keras dari  para tokoh tokoh masyarakat se alam Kerinci termasuk dari sebagian besar masyarakat Kerinci keturunan Jawa yang ada di kawasan Perkebunan Teh PTP.N.6 Unit Usaha Kajoe Aro, bahkan salah seorang pemerhati budaya/penerima PIN Emas –Anugerah Kebudaaan Tingkat Nasional Buvari.R.Temenggung Tuo telah melayangkan surat kepada Menteri BMUN.Republik Indonesia,Kepala BPN.Republik Indoesia,Gubernur Jambi, Bupati Kerinci,Ketua  /anggota DPRD Kernci dan Direksi PTP.N.6.Jambi –Sumbar dan jika kegiatan penanaman Kopi di Lahan HGU PTP.N 6 Kajoe Aro tidak segera di hentikan, maka sebagai bagian  yang tidak terpisahkan dari masyarakat Kerinci saya akan kirim surat  untuk kedua kalinya, dan  surat yang kedua kalinya ini akan saya kirimkan kepada  Presiden RI, Para Menteri Koordinator/ Menteri terkait
  Surat pertama  setebal  4 halaman folio  dan sejumlah Lampiran itu juga di tembuskan kepada Wakil Presiden RI , BPK RI pengurus dan anggota Masyarakat Peduli Kerinci (MPK) Indonesia itu di kirim via post tercatat dan  surat elketronika itu telah di layangkan  pada tanggal  15 Januari yang baru lalu.dan dalam waktu yang tidak terlalu surat Untuk Bapak Presiden dan Menko akan saya kirim, termasuk untuk Gubernur Jambi terpilih dan Pemerintah Kabupaten Kerinci
Asisten SDM & umum PTP.N.6 Kajoe Aro
Bak gayung bersambut dan kata berjawab, pihak Komisi III DPRD Kabupaten Kerinci pada hari Rabu tanggal 20 Januari pada pukul 14.15 Wib  telah  menggelar rapat (Hearing) bersama pihak PTP.N.6 Kajoe Aro tentang permasalahan  Hak Guna Usaha (HGU( PTP.N.VI Kajoe Aro yang dipimpin lansung oleh  Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kerinci.
Arpan Kamil,  Ketua DPRD Kabupaten Kerinci ketika di hubungi  wartawan media ini di ruang kerjanya menbenarkan adanya Hearing antara Komisi III DPPRD Kerinci  bersama  sejumlajh Pejabat PTP.N.6 Kajoe Aro-Kerinci, pihak komisi III DPRD Kerinci telah membaca dan mempelajari dengan cermat dan seksama persoalan yang saat ini terus mencuat ke permukaan berkenaan dengan pembabatan tanaman teh  dan penanaman tanaman Kopi di lahan HGU PTP.N6 Kajoe Aro.
Arpan Kamil membenarkan bahwa pihaknya selaku  pimpinan dewan hingga saat ini belum menerima surat yang jelas tentang alih fungsi lahan kebun teh menjadi lahan kebun kopi seluas 1/3 dari total lahan HGU yang diperuntukkan  untuk tanaman Teh sesuai dengan HGU yang ditterbitkan oleh pihak Badan pertanahan Nasional.
Sabastian Ismail,Anggota DPRD Kerinci
Diluar kapasitas sebagai  pimpinan DPRD Kericni dan selaku  masyarakat yang lahir dan dibesarkan serta menghirup nafas dari  Ranouh Alam Kincai (Kinci) saya sangat menyayangkan pembabatan tanaman Teh  dan penanaman Kopi di lahan HGU yang telah di peruntukkan untuk tanaman Teh , semua orang  yang pernah  lahir dan singgah di alam Kerinci  pasti memiliki hubungan  historis, kebudayaan dan kepariwisataan  dengan Kebun Teh Kajoe Aro , Perkebunan Teh  Dan Pabrik Teh Kajoe Aro yang mulai  dibangun oleh Belanda  mulai tahun 1918 itu merupakan  sisa sisa kenangan sejarah Kolonial di masa lampau, dan merupakan kenangan   dan merupakan salah satu mascot wisata bumi Sakti Alam Kerinci, karena kehadiran  Gunung Kerinci dengan hamparan kebun teh bak permadani hijau yang terbentang luas  membuat Kerinci  menjadi di kenal di dunia Internasional.
Diakui oleh Arfan  Kamil Ketua DPRD Kerinci bahwa beberapa waktu yang lalu sudah pernah meminta clarifikasi  kepada managemen PTP.N.6 Kajoe Aro terhadap  alih fungsi tanaman Teh menjadi tanaman kopi  dengan cara membabat tanaman  teh areal HGU tanaman teh di PTP.N.6 Kajoe Aro seluas 1.001.Hektar, pada waktu itu pihak managemen menyebutan bahwa lahan teh yang akan di babat dengan menggantikan dengan tanaman kopi di HGU PTP.N.6 hanya 1/3 dari total areal HGU yang masih mereka kuasai
Menjawab pertanyaan Arpan Kamil mengemukakan bahwa DPRD Kerinci melalui komisi III selaku wakil rakyat setelah melakukan hearing bersama perwakilan staf PTP.N 6 Kajoe Aro telah sepakat untuk  menghentikan kegiatan penanaman kopi hingga  izin alih fungsi dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.
Manager PTP.Nusantara.6 Kebun Kajoe Aro melalui Asisten SDM dan Umum Novalindo mengemukakan bahwa saat ini Manager PTP.N 6  Unit Usaha Kajoe Aro sedang berada di kawasan Perkebunan teh di kawasan Danau Kembar, dan karena Manager  sedang berada di luar wilayah Kerinci maka  saya sampaikan bahwa benar sudah di lakukan Hearing antara Komisi III DPRD Kerinci bersama staf PTP.Nusantara 6 Kebun Kajoe Aro, dan kesimpulannya adalah benar kegiatan penanaman tanaman bibit kopi di lahan HGU PTP.N 6 Kajoe Aro sepakat untuk di hentikan, dan Novalindo mengelak jika penanaman Kopi di lahan HGU.Perkebunan Teh PTP.N.6 di anggap illegal, penananam kopi di lahan HGU PTP.Nusantara 6 Kebun Kajoe Aro sudah ada rekomendasi dari Gubernur Jambi dan survei dari dinas Perkebunan Propinsi Jambi dan surat permohonan dari PTP.N.6 perihal pengalihan dari tanaman teh ke tanaman kopi di lahan HGU PTP.N 6 Kebun Kajoe Aro yang sudah di kirimkan ke Dinas Perkebunan Kerinci.
Sementara itu dalam pesan singkatnya yang diterima oleh wartawan media ini kemaren  Novalindo,SH mengemukakan bahwa indikasi penananam.tanaman sela  sampai saat ini sudah dilakukan pembersihan, dan pihak PTP.Nusantara 6 Kajoe Aro sudah memenuhi keajiban sebagai petusahaan yang taat pajak, contoh PTP.N 6 sudah membayar PBB sebesar Rp.800 Juta pertahun, Retrebusi HO  Rp.32 Juta/tahun,retrebusi PLTMH Rp.19.Juta/tahun.
Sementara itu sebuah sumber  menyebutkan bahwa untuk HO memang pada tahun 2015 sudah dibayar oleh PTP.N .6 demikian juga dengan PBB,  khusus PBB memang itu sebuah kewajiba yang telah di atur di dalam Undang Undang, sebelumnya  menurut sumber itu pihak PTP.N  masih setengah hati dalam melaksanakan kewajiban mereka terhadap rakyat dan pemerintah Kabpaten Kerinci, semestinya PTP.N.6 Kajoe Aro tidak hanya memberikan PBB saja atau retrebusi HO ,akan tetapi lebih dari itu pihak PTP.N,Kajoe Aro juga harus memberikan Kompensasi kepada rakyat dan Pemerintah Kerinci.
Terlepas dari Pro dan Kontra, Asparinal,ST pemerhati  pariwisata dan Kebudayaan  di Jakarta ketika diminta tanggapannya tentang penanaman kopi di lahan  HGU Kebun Teh di Kajoe Aro menanggapi serius dan merasa prihatin dengan alih fungsi lahan kebun teh menjadi tanaman kopi, padahal dalam HGU yang diterbitkan oleh BPN dengan tegas telah menyebutkan bahwa HGU yang dberikan adalah untuk Kebun Teh bukan untuk kebun Kopi.
Semestinya pihak PTP.N.6 Kajoe Aro sebelum mengalihkan tanaman teh  menjad tanaman kopi harus mengurus izin alih fungsi lahan dulu, jangan cabut teh ganti kopi baru  mengurus izin. Dan Jika Lahan HGU kebun Teh mau di alih fungsikan menjadi kebun Kopi  semestinya pihak management duduk bersama dulu dengan masyarakat dan Pemerintah Kerinci, dan semua pihak harus melihat dengan jernih aspek aspek yang lain, bukan hanya dari aspek ekonomi semata, tapi pertimbangkan juga dari aspek  histrori,sosial dan kearifan lokal masyarakat setempat termasuk dari segi ke pariwisataan.
Selama ini nama  Kerinci dikenal   di dunia internasional bukan hanya karena  budaya dan kearifan lokal saja , lebih dari itu Hamparan Kebun Teh bak permadani hijau itu merupakan Icon wisata Keinci yang telah mendunia, Kebun dan Teh Produksi Pabrik Teh PTP.N.6 Kajoe Aro memiliki mata rantai sejarah yang panjang dan Kebun/Pabrik Teh PTP.N 6 Merupakan monumen sejarah bahwa kolonial Belanda pernah menginjakkan kaki di Bumi Sakti Alam Kerinci dan membuat Kebun  teh yang terluas di dunia,berada nomor 2 tertinggi di dunia setelag perkebunan teh di darjeling.
Produksi teh yang dihasilkan oleh  Kebun Teh dan diolah  secara tradisi oleh Pabrik Teh Kajoe Aro  merupakan Teh yang terbaik di dunia dan dikonsumsi oleh masyarakat Internasional termasuk di konsumsi oleh Ratu Wihelmina, Ratu Juliana dan Ratu Beatrik, jika kebun teh Kajoe  Aro  akan di alih fungsikan agar di pertimbangkan dari berbagai aspek.
Untuk meningkatkan nilai jual dan untuk  meningkatkan pendapatan Perusahaan, maka kedepan perlu di cari solusi terbaik, misalnya dengan menggelar Event Internasional dan Nasional”Festival Teh” dan Seminar Teh Internasiona atau Nasional “kata Asparinal,ST “
Seperti diberitakan sebelumnya  bahwa berbagai kalangan tokoh  tokoh masyarakat alam Kerinci meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam hal ini DPRD dan Bupati Kerinci untuk mencabut HGU PTP.N 6 Kajoe Aro  jika peruntukkan atau  izin yang diberikan  melanggar kesepakatan yang dbuatsebelum  Izin HGU diberikan, tindakan membabat tanaman Teh dan menggantikan dengan tanaman kopi secara jelas telah  melanggar kesepakatan dan  izin yang diberikan oleh Pemerintah
Sabastian Ismail,Anggota DPRD Kerinci kepada wartawan media ini menyebutkan,sebelum izin alih fungsi lahan HGU yang semula hanya di peruntukkan untuk lokasi kebun teh akan diganti Kebun Kopi, maka pihak manajemen PTP.N,6 Harus mengajar dulu Rakyat dan Pemerintah Kerinci untuk duduk bersama, tindakan menanam kopi di lahan HGU kebun Teh jelas sudah menyalahi aturan, oleh sebab itu saya mendukung  kegiatan penanaman Kopi di HGU Kebun Teh di hentikan karena sudah menyalahi peruntukkan, sebaiknya  semua pihak duduk bersama dulu, jika sudah ada kesepakatan baru urus izin, jangan main terabas atau tanam dulu baru minta izin
Menurut Sabastian Ismail- Hak Guna Usaha yang diberikan untuk PTP.N.6 J Kajoe Aro itu berlaku hanya  untuk 25 tahun dan dapat di perpanjang kembali ,dan ini tentunya  harus terlebih dahulu  mendapat persetujuan rakyat  melalui DPRD Kerinci dan Bupati Kerinci, dan sejumlah tokoh masyarakat dan aktifis  menyebutkan   HGU yang diberikan kepada PTP.N.6 Nusantara  Kebun Kajoe Aro harus di kaji ulang dan tidak perlu di perpanjang, apalagi pihak  Direksi PTP.N 6 secara sepihak tanpa izin  /rekemendasi dari DPRD dan Bupati telah mengalihkan  lahan tanaman teh ke tanaman Kopi seluas 1.00i Hektar dan informasi terakhir sekitar 115 Hektar Lahan Teh sudah di babat dan di tanam dengan bibit kopi, 15 hektar di antara tanaman kopi   sudah mulai berbunga
Pengamatan wartawan media ini di lapangan terlihat sebuah pemandangan yang sangat kontras, di satu sisi terlihat tanaman kopi  dan tanaman pelindung yang mulai tinggi dan lahan  Teh yang mulai menyemak, juha  menciptakan pemandangan yang kontras, Hamparan Kebun Teh terutama di areal Afdeling D PTP.N 6 Kebun Kajoe Aro  kini tak seindah yang dulu lagi, dan jika terus di lakukan pembiaran maka jangan salahkan jika  gunung kerinci yang sabar akan marah melihat  hamparan kebun teh yang mulai compang camping.
Tindakan Komisi III DPRD Kerinci yang telah melakukan Hearing dan sepakat untuk  menghentikan penanaman tanaman Kopi di lahan Kebun Teh HGU PTP.N, merupakan tindakan yang cerdas dan tepat, akan tetapi  kesepakatan ini harus  dikawal dan diharapkan agar pihak Menteri Koordinator dan Menteri BUMN termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) pusat bersama Pemerintah Daerah  dan Direksi PTP,N.6 Jambi-Sumbar harus segera turun lansung kelapangan untuk melakukan pengecekan ke lapangan ,Kita berharap Kepala BPN Republik Indonesia untuk benar benar melakukan kajian agar jangan sampai terjadi preseden buruk yang dapat merugikan semua pihak.( BJ/Rita)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar Blogger

 
Top